Sering terjadi pemahaman yang salah dalam melakukan teknik Aikido (waza) hanya sebatas menguasai banyak gerakan yang pada akhirnya menimbulkan konflik baru tanpa menyadari gerakan tersebut menjadi lemah (tidak bertenaga). Seiring dengan berjalannya waktu selama mengikuti latihan, akhirnya saya mengetahui bahwa untuk mencapai penguasaan gerakan tersebut harus terlebih dahulu memahami salah satu prinsip dasar teknik Aikido yaitu “kamae,” atau yang dikenal dalam beladiri pada umumnya disebut kuda-kuda.

Hasil gambar untuk matras aikido

Kamae adalah posisi siap untuk mengeksekusi teknik. Untuk mengembangkan tenaga yang terfokus (suchu-ryoku), latihan pertama yang penting adalah kamae. Setelah mendapatkan pusat yang stabil pada kamae, kemampuan untuk melakukan teknik akan lebih terjaga. Sikap kamae harus tetap dalam keadaan dimana titik keseimbangan tubuh pada posisi yang stabil sehingga tidak mudah digoyahkan. Tempatkan berat badan pada telapak kaki bagian depan dengan posisi terendah dan berkonsentrasi pada satu titik pusat (hara: sekitar dua inci dibawah pusar).

Hasil gambar untuk matras aikido

Bila “Uke” (penyerang) bertahan sehingga teknik tidak lagi efektif, dengan mengunci pinggul dan mempertahankan suatu garis pusat yang lurus, tenaga akan mengalir keluar. Bila memiliki garis pusat yang terfokus secara kuat, meskipun berdiri dengan satu kaki masih akan tetap mampu mempertahankan tubuh yang terpusat. Apabila dirinci, beberapa prinsip dasar ketika sedang kamae sebagai berikut:

Gambar terkait

informasi lengkap jual matras judo klik sini

  1. Kamae harus terlihat netral, jarak kedua kaki tidak terlalu dekat tapi tidak juga terlalu jauh.
  2. Sumber kekuatan berasal dari gerakan pinggang, bukan tangan.
  3. Kamae selalu mengarah kedepan. Kaki menghujam ke bumi, tangan dan pundak santai (tidak tegang).
  4. Kekuatan dari kaki belakang, mengalir dari bagian terluar mata pisau kaki belakang. Akan bertambah kekuatan pada saat kaki belakang diluruskan.
  5. Untuk menstabilkan tubuh dan menahan berat badan supaya posisi tidak bergeser, gunakan jempol kaki.
  6. Badan bagian atas posisinya dirubah sedikit saja pada saat mengeksekusi teknik.
  7. Posisi tangan didepan, salah satu tangannya sedikit lebih kedepan, tidak lurus tapi tidak terlalu bengkok.